Manajemen Resiko

______________________

Mekanisme Penerapan Manajemen Risiko
 
Manajemen Risiko
Perseroan menghadapi berbagai macam risiko dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Untuk meminimalisasikan risiko-risiko tersebut, Perseroan telah menerapkan manajemen risiko yang dijelaskan sebagai berikut :

Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Karena seluruh pinjaman jangka pendek dan jangka panjang yang dimiliki dikenai suku bunga tetap (fixed rate), maka Perseroan tidak memiliki risiko suku bunga. Perseroan juga menelaah berbagai suku bunga yang ditawarkan kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang paling menguntungkan Perseroan sebelum melakukan perkaitan hutang.

Risiko Mata Uang
Risiko mata uang adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.
Perseroan melakukan pembelian persediaan dengan mata uang dolar Amerika, sehingga apabila terjadi depresiasi nilai rupiah terhadap dolar Amerika, biaya perolehan persediaan Perseroan akan meningkat. Sebaliknya, biaya perolehan persediaan Perseroan akan mengalami penurunan apabila terjadi apresiasi nilai rupiah terhadap dolar Amerika.

Risiko Kredit
Perseroan menghadapi risiko kredit dimana salah satu pihak yang terikat dalam kontrak atas instrumen keuangan gagal memenuhi kewajibannya sehingga menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Bagi perseroan, eksposur terhadap risiko kredit terutama terkait dengan penempatan (simpanan) dana di bank dan kredit (piutang) yang diberikan kepada pelanggan. Sehubungan dengan simpanan dana di bank, Perseroan hanya akan menempatkan dana di bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Perseroan juga terus menerus memantau kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank di dalam Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).
Untuk ekposur yang terkait dengan piutang, Perseroan menerapkan manajemen kredit dengan prinsip kehati-hatian melalui prosedur verifikasi kredit, pertimbangan atas kredibilitas konsumen dan penetapan jaminan kredit dalam bentuk sertifikat kepemilikan tanah/rumah. Perseroan juga senantiasa memantau kolektabilitas penagihan dan mengupayakan secara maksimal pencapaian zero bad debt.

Risiko Likuiditas
Dalam menghadapi risiko likuiditas, Perseroan menerapkan pengelolaan kas yang mencakup proyeksi untuk beberapa periode ke depan serta menjaga profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan dan memantau rencana dan realisasi arus kas. Perseroan juga senantiasa mengupayakan penagihan kepada pelanggan secara tepat waktu dan sedapat mungkin mengurangi transaksi pembelian yang dilakukan secara tunai.

Risiko Perubahan Teknologi
Teknologi dari produk telepon selular yang dijual Perseroan sangat pesat perkembangannya dan jika Perseroan tidak mampu secara terus-menerus memperbaharui produk-produknya akan menyebabkan turunnya penjualan Perseroan sehingga persediaan yang tidak terjual semakin meningkat. Hal ini akan berdampak negatif terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek usaha Perseroan. Untuk menghadapi risiko ini Perseroan senantiasa meluncurkan produk-produk baru yang terus mengikuti perkembangan teknologi yang ada.

Risiko Ketidakmampuan Memasarkan Inovasi Produk dan Layanan Baru
Ketidakmampuan Perseroan dalam memasarkan inovasi produk dan layanan baru dapat berdampak pada daya saing Perseroan terhadap para pesaingnya yaitu dalam bentuk penurunan penjualan dan berkurangnya pangsa pasar. Upaya Perseroan dalam menghadapi risiko ini adalah dengan mengkomunikasikan inovasi-inovasi yang dilakukan Perseroan baik dalam hal produk dan/atau layanan baru dengan efektif melalui promosi di berbagai bentuk media seperti media elektronik ataupun cetak.

Risiko Ketergantungan Pada Pengecer / Agen Penjualan
Sebagai distributor, Perseroan sangat bergantung pada kemampuan para pengecer/agen panjualannya dalam memasarkan produk-produk Perseroan. Penurunan penjualan di tingkat pengecer dapat berdampak negatif pada tingkat penjualan Perseroan. Hal ini dapat dimitigasi melalui pemberian insentif pada para pengecer / agen penjualan dan juga pemberian product knowledge yang mampu membantu meningkatkan penjualan para agen Perseroan.

Risiko Pembelian Musiman
Terjadinya pembelian oleh konsumen hanya pada saat-saat tertentu saja seperti akhir tahun, hari raya Idul Fitri dan juga pada saat adanya pameran atau promosi produk akan menyebabkan tidak konsistennya tingkat permintaan konsumen terhadap produk-produk Perseroan. Dalam menghadapi risiko ini Perseroan dapat menjaga tingkat penjualan dengan mengadakan promosi produk, baik lama maupun baru pada saat-saat off-season.

Risiko Persaingan Usaha
Beragamnya produk saingan dan juga banyaknya jumlah pesaing Perseroan yang menawarkan produk sejenis menyebabkan tingginya tingkat kompetisi yang dihadapi Perseroan. Hal ini menuntut strategi untuk meraih pangsa pasar yang baru maupun mempertahanan pangsa pasar yang sudah ada. Merespon perubahan pada selera pasar dengan cepat serta menyediakan layanan purna jual yang prima adalah strategi Perseroan untuk menghadapi risiko ini.

Risiko Kondisi Perekonomian Indonesia
Perlambatan pertumbuhan ekonomi dapat berakibat pada menurunnya daya beli masyarakat yang pada akhirnya akan berdampak pada menurunnya permintaan terhadap produk-produk yang ditawarkan Perseroan, Apabila penurunan daya beli masyarakat terjadi berkepanjangan akan menyebabkan terganggunya pengembangan usaha Perseroan dalam jangka panjang. Untuk menyiasati risiko ini, Perseroan dapat terus menjaga tingkat penjualannya dengan memberlakukan program promosi berupa potongan harga pada para agen penjualan / pengecernya sehingga harga produk-produknya dapat bersaing dengan produk-produk sejenis. Pengenalan inovasi produk baru juga dapat berdampak positif pada penjualan Perseroan.

Risiko Perubahan Peraturan Pemerintah
Pemberlakuan regulasi baru yang dapat membatasi maupun menghambat penjualan produk Perseroan dapat berdampak negatif bagi kelangsungan usaha Perseroan, baik untuk jangka pendek ataupun jangka panjang. Dalam menghadapi risiko ini Perseroan harus mampu menjaga fleksibilitas secara operasional dan juga finansial.

Risiko Bencana Alam
Bencana alam ataupun force majeure lainnya sangat sulit diperdiksi sehingga untuk risiko ini Perseroan sulit mengantisipasinya. Penggunaan asuransi untuk menjaga kelangsungan usaha perseroan dapat dilakukan meskipun dapat meningkatkan biaya operasional Perseroan.

Risiko Cepatnya Perubahan Perkembangan Teknologi
Produk Perseroan memiliki teknologi terkini yang juga harus mengikuti perkembangan teknologi dunia agar dapat bersaing dengan produk-produk sejenis lainnya. Perubahan suatu teknologi yang lebih maju dan berbeda dengan produk-produk yang dijual oleh Perseroan saat ini, dapat berdampak secara material dan negatif dan secara langsung mempengaruhi penjualan produk Perseroan dan mengakibatkan persediaan yang tidak dapat dijual. Risiko ini dapat mempengaruhi secara negatif kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek Perseroan.

Risiko Ketidakmampuan Memasarkan Inovasi Produk dan Layanan Baru
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian penjualan Perseroan adalah kemampuan Perseroan mengembangkan dan memasarkan produk serta layanan baru sesuai trend yang berlaku. Jika Perseroan tidak mampu menyediakan produk tersebut, hal ini dapat menimbulkan risiko kehilangan pangsa pasar dan daya saing sehingga mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan menimbulkan dampak secara material dan negatif terhadap pendapatan dan prospek Perseroan.

Risiko Penurunan Kualitas Produk Perseroan
Perseroan tidak memproduksi produk, sehingga terdapat kemungkinan terjadinya penurunan kualitas produk. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya pangsa pasar dan daya saing Perseroan, sehingga dapat berdampak secara material dan negatif terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek Perseroan.

Risiko Kemungkinan Perubahan Pilihan Konsumen
Adanya berbagai macam merek baru dengan konten dan aplikasi yang terus bertambah dapat mempengaruhi selera konsumen Perseroan untuk memilih merek lain jika Perseroan tidak secara aktif memperbaharui produknya. Risiko ini secara material dan negatif dapat mempengaruhi kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek Perseroan.